
KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) menggandeng kalangan pondok pesantren dan ulama untuk membangun sumber daya manusia unggul, religius, dan mandiri ekonomi.
Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan komitmen itu dalam acara Dalailul Khoirot dan penyerahan bantuan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) kepada santri di rumah dinas bupati setempat, Rabu (20/5/2026).
Bupati Egi menegaskan, pondok pesantren berperan strategis menyiapkan Generasi Emas 2045, yakni generasi tak hanya unggul secara intelektual, tapi juga kokoh moral dan spiritual.
“Pesantren menjadi bagian penting melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta memiliki peduli terhadap masyarakat, agama, dan negara,” ujar Egi.
Menurutnya, pembangunan daerah tak dapat pemerintah jalankan sendiri, tapi butuh kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pesantren dan para ulama.
“Kami membuka diri untuk segala saran, masukan, dan gagasan. Karena membangun sebuah peradaban tak bisa berjalan sendiri, tapi harus bersama-sama dengan semangat kebersamaan,” katanya.
Egi juga mengapresiasi FSPP. Ia menilai forum ini menjadi ruang strategis mempererat silaturahmi dan memperkuat kontribusi pesantren terhadap pembangunan daerah.
Tak hanya itu, ia turut mendorong penguatan konsep santripreneur di pesantren melalui pengembangan usaha produktif yang dapat menopang mandiri ekonomi.
Ia menilai pesantren memiliki potensi besar mengembangkan unit-unit usaha berbasis komunitas, mulai usaha kuliner, kios kecil, hingga produk kreatif yang melibatkan para santri langsung.
“Saya ingin pondok pesantren memiliki usaha-usaha produktif yang bisa berkembang dan bermanfaat. Harapannya, santri tak hanya kuat ilmu agama, tapi juga berjiwa wirausaha dan mampu menjadi pribadi mandiri,” ungkapnya.
Pemkab Lamsel berharap hubungan pemerintah daerah dengan kalangan pesantren kian solid menyetak generasi masa depan unggul, religius, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah. (Kmf)